Kelebihan dan Kekurangan Sablon Kaos DTG

sablon kaosPrinter sablon kaos DTG atau Direct to Garment adalah terobosan teknologi terbaru dalam mencetak desain kaos yang menggabungkan teknologi Head Printer tipe Piezo dan tinta khusus sablon untuk tekstil. Cara kerja printer DTG ini adalah dengan mencetak sablon dengan resolusi tinggi dari desain gambar vektor, bitmap, maupun foto langsung ke atas kaos berbahan katun (Cotton) combed atau carded. Printer DTG juga bisa digunakan untuk mencetak sablon pada kain handuk, kain Satin, kain TC, dan kayu. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya, simak ulasan berikut.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Sablon Kaos DTG?

Kelebihan pertama dalam sablon kaos DTG adalah bisa dicetak langsung di atas kaos jadi atau kain yang berbahan Katun 100%, seperti Cotton Combed/Carded 20s,24s, atau 30s. Proses pengerjaannya juga cukup cepat. Yaitu sekitar 10 menit untuk 1 kaos. Penyablonan dengan mesin DTG menggunakan tinta khusus tekstil yang membuat hasil sablon tahan lama. Warna hasil sablon dengan DTG sangat jelas, tajam, dan merata pada permukaan kaos atau kain. Hasil sablon lebih awet daripada sablon manual dengan penggunaan dan pencucian yang seimbang. Sablon DTG menghasilkan cetakan yang halus meresap ke bahan kain dengan karakter lembut seperti katun. Dengan menggunakan printer DTG, Anda bisa menerima order kaos dengan jumlah satuan, atau banyak dengan berbagai variasi desain.

Sementara itu, kekurangan sablon DTG adalah hanya bisa digunakan di kaos putih, atau warna-warna terang lainnya. Kekurangan utama pada sablon DTG adalah kestabilan warna kaos. Untuk kaos berwarna gelap, misalnya hitam, biru, merah, atau yang lainnya, printer DTG memerlukan tambahan tinta putih. Sedangkan tinta putih sendiri memiliki harga yang tinggi. selain itu, untuk memasukkan tinta putih pada printer DTG harus ada modifikasi khusus yang cukup rumit. Oleh karena itu, jika ada jasa sablon kaos DTG yang bisa menerima kaos-kaos gelap, biasanya harganya lebih mahal daripada kaos berwarna terang. Kekurangan kedua adalah keterbatasan ukuran, yaitu tidak bisa lebih dari 42×21 cm.

Related posts:

Comments are closed.