Mengenal Sekilas Tentang Gerakan Revolusi Mental

Gerakan revolusi mental adalah sebuah gerakan yang sedang diserukan kembali oleh presiden Joko Widodo. Ini bukanlah jenis gerakan baru namun justru gerakan lama yang dulu pertama kali dikenalkan oleh presiden Soekarno untuk mengembalikan semangat rakyat Indonesia sebelum meraih kemerdekaan. Dan kini mulai diserukan kembali untuk membangun jiwa bangsa Indonesia.

Seperti yang Kita ketahui, di tengah masa sebelum waktu pemilihan umum diselenggarakan April 2019 yang akan datang. Ada banyak sekali berita hoax hingga artikel yang bertujuan untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Ini menjadi satu peringatan bagi Kita semua untuk lebih mempererat genggaman satu sama lain agar tak mudah goyah hingga bisa membuat Kita tercerai berai.

Apa Tujuan Diserukan Kembali Gerakan Revolusi Mental?

Gerakan revolusi mental mulai diserukan kembali oleh presiden Joko Widodo adalah untuk membangun kembali semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang memiliki jiwa yang merdeka. Jiwa yang merdeka itu sendiri adalah jiwa yang mampu memiliki semangat integritas, gotong royong dan kerja keras bisa membuat negara Indonesia bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya. Dan gerakan ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dan bangsa Indonesia sendiri.

  • Ekonomi yang melemah

Masalah pertama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah masalah dimana ekonomi Indonesia yang mulai melemah. Hal ini ditandai dengan kenaikan nilai mata uang rupiah terhadap dolar. Yang mana kemudian membuat harga barang-barang pokok menjadi naik.

  • Munculnya sikap intoleransi

Kemudian masalah yang kedua yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia adalah munculnya intoleransi. Intoleransi adalah sebuah sikap yang mana rasa toleransi antar sesama sudah mulai menipis dan berkurang kadarnya. Hal ini terjadi karena adanya berita yang memprovokasi satu sama lain sehingga muncul intoleransi dan sikap saling curiga.

  • Menurunnya wibawa negara

Jika dahulu Kita dikenal sebagai bangsa yang identik dengan peraturan dan kesatuan yang tak pernah kalah. Kini Kita dikenal sebagai bangsa yang mudah disulut oleh berita hoax sekaligus mampu memecah belah persatuan bangsa. Hal inilah yang kemudian membuat presiden Joko Widodo kembali menggaungkan kembali semangat gerakan revolusi mental untuk kembali membangun jiwa Indonesia yang berjiwa besar, memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta mampu bersaing ketat dengan bangsa lainnya.

Related posts:

Comments are closed.