Mengulas Contoh Teks Anekdot

contoh teks anekdotTata Bahasa Indonesia memang memiliki keragaman yang luar biasa. Salah satu cara menyampaikan gagasan berupa sindirian yang ditujukan kepada suatu fenomena atau seseorang yang penting misalnya kepada para pejabat, tanpa melukai hati dan menjadi kontroversi bisa menggunakan teks anekdot. Sekarang ini sejak bebasnya masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, banyak dijumpai contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari. Kadangkala teks yang dimuat di berbagai media baik cetak maupun elektronik tidak hanya berupa barisan teks, tapi juga disertai gambar yang lucu. Bagaimanapun salah satu syarat teks anekdot adalah harus mampu menghasilkan gelak tawa bagi para pembacanya.

Sedikit Ulasan Mengenai Contoh Teks Anekdot

Secara umum, teks anekdot dapat pula berupa cerita singkat ataupun berupa dialog percakapan antara dua orang tokoh atau lebih. Ciri-ciri teks anekdot ini adalah menyerupai dongeng atau cerita pendek, tokoh yang terlibat menceritakan manusia dan hewan secara realistis, bersifat menghibur dan menggelitik, dan kerap kali ditujukan untuk orang penting. Contoh teks anekdot dapat dikategorikan berdasarkan tema yang diusung, misalnya teks singkat tentang politik, budaya, sosial, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya. Beragam kejadian ini umumnya disederhanakan dan diulas dalam suatu kejadian ringan yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tujuan dari sebuah teks anekdot adalah memberikan sindiran, akan tetapi jika sindiran ini diberikan dengan cara yang lucu, tidak akan menjadikan kontroversi di tengah masyarakat. Justru dengan membaca teks anekdot ini, masyarakat akan terhibur.

Sebuah contoh teks anekdot, struktur lengkapnya adalah harus memiliki abtraksi (bagian awal yang memberikan gambaran isi teks), orientasi (bagian yang menunjukkan latar belakang suatu peristiwa), event (bagian yang menunjukkan awal mula suatu kejadian), krisis (bagian yang menunjukkan konflik cerita), reaksi (bagian yang menunjukkan tanggapan tokoh terhadap konflik yang terjadi), koda (bagian yang menunjukkan kesimpulan secara umum dalam suatu cerita), dan reorientasi (bagian penutup). Hanya saja dalam prakteknya, tidak semua komposisi ini ada dalam satu cerita singkat. Hal tersebut merupakan kewajaran dan tetap tidak mengubah esensinya sebagai teks anekdot murni selama jalan cerita yang disuguhkan dapat dimengerti dengan mudah.

Related posts:

Comments are closed.