Tips Sehat Dan Aman Menyantap Mie Instan

tips kesehatanMakanan apa yang paling mudah ditemukan di Indonesia? Jelas jawabannya adalah mie instan. Baik di warung kecil, pasar, sampai supermarket sekali pun, Anda akan dengan mudah menemukan mie instan. Bahkan bisa dikatakan bahwa mie instan merupakan makanan pokok orang Indonesia. Namun yang harus Anda pahami, mengonsumsi mie instan terlalu sering bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Salah satu penyakit yang bisa mengancam Anda adalah diabetes. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering mengonsumsi mie instan apalagi setiap hari. Nah, berikut adalah beberapa tips sehat dan aman pada saat menyantap mie instan yang Anda perlu tahu.

Tips yang pertama adalah buang air pada rebusan mie instan. Bila Anda ingin menyantap mie kuah, sebaiknya gunakan air panas yang bisa Anda tuang dari termos dan jangan menggunakan air rebusan. Mengapa? Karena di dalam air rebusan terdapat kandungan lilin yang bisa berbahaya bagi tubuh. Itulah mengapa warna air rebusan mie instan pasti berwarna kuning. Daripada membahayakan kesehatan, sebaiknya jangan gunakan air rebusan tersebut. Tips yang kedua adalah jangan menyantap mie instan setiap hari atau bahkan setiap jam. Kandungan lilin pada mie instan tidak dapat langsung dicerna oleh tubuh secara langsung. Untuk mencernanya, tubuh membutuhkan waktu selama 3 hari.

Tips yang ketiga adalah jangan mencampurkan bumbu mie instan pada saat direbus. Bagi Anda yang memiliki kebiasaan mencampurkan bumbu sambil direbus, sebaiknya hentikan dari sekarang. Yang perlu Anda tahu, zat pada bumbu mie instan akan berubah menjadi zat penyebab kanker bila ikut dimasak. Pada penjelasan dibalik bungkus mie instan pun sudah terlihat jelas bahwa campurkan bumbu pada saat diatas piring. Tips yang terakhir adalah tambahkan telur, daging, dan sayuran. Agar mie instan yang Anda makan memiliki banyak nutrisi yang baik bagi tubuh, Anda bisa menjadikan makanan tadi sebagai pelengkap. Jadi, tadi adalah tips sehat dan aman pada saat menyantap mie instan sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang bahaya yang mengancam.

Related posts:

Comments are closed.