Peran Penting Ibu dalam Perkembangan Bayi

Ibu adalah orang paling berpengaruh dalam hidup kita, beliau adalah orang yang melahirkan kita dan juga merupakan guru pertama kita di dunia ini. Itulah mengapa kita harus berbakti kepada ibu kita. Ibu selalu memberikan dukungan juga tak pernah dalam membantu perkembangan anaknya sejak bayi agar kelak menjadi  anak yang cerdas dan menakjubkan. Kita selalu diberikan makanan yang kaya nutrisi yang mendukung kecerdasan otak dan kesehatan tubuh. Itu karena ibu menyadari akan pentingnya memberikan stimulasi bayi 3 bulan.

Sebagai bayi yang baru lahir, tentu saja mereka memerlukan banyak stimulasi agar mereka bisa belajar banyak hal dan juga mempercepat perkembangan mereka, baik itu secara fisik maupun kecerdasan otaknya. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan oleh para ibu dalam upaya untuk mendukung pertumbuhan si kecil.

Cara untuk Menstimulasi Perkembangan Bayi

Ibu harus memperhatikan perkembangan kognitif si anak  dengan melakukan beberapa hal berikut. Pertama adalah dengan banyak melakukan kontak mata dengan si anak pada saat Anda mengajaknya berbicara. Dengan kontak mata, maka ibu akan bisa memperdalam ikatan mereka dengan sang anak. Ibu perlu melakukan stimulasi bayi 3 bulan dengan cara sering mengajak anaknya berbicara agar mereka bisa belajar kosakata. Ini akan mengembangkan kemampuan anak dalam memahami kata-kata. Untuk belajar pengucapan, sering-seringlah mengucapkan atau menggunakan kosakata yang mudah untuk diucapkan.

Kemudian cara selanjutnya adalah dengan mengganti mainan si bayi. Berikan objek yang berbeda-beda untuk dimainkan, mulai dari dot, sendok plastik, bola karet atau apa pun yang tidak memiliki permukaan keras. Ini akan melatih daya eksplor anak. Anak pun akan lebih ekspresif ketika mereka sedang bermain. Misalnya dengan mengajaknya bermain cilukba, ini akan membuat mereka merasa senang dan membuat mood mereka baik.

Kemudian untuk melatih kemampuan motorik si bayi, maka stimulasi bayi 3 bulan yang bisa dilakukan adalah dengan membuatnya dalam posisi telungkup. Untuk ini biasanya si anak akan bisa telungkup dengan sendirinya. Dengan posisi telungkup maka dia akan bisa memandang sekeliling dengan jangkauan yang lebih luas, maka selain untuk melatih otot-ototnya untuk bergerak, anak juga akan bisa belajar mengenali lingkungannya.

Related posts:

Comments are closed.