Tips Membuka Bisnis Distro Bagi Startup

Berbicara tentang fashion memang tidak akan ada habisnya. Terlebih saat ini dunia fashion tidak hanya hadir untuk kalangan menengah ke atas saja, namun juga kalangan menengah ke bawah. Salah satu hal yang menarik dari dunia fashion di Indonesia adalah dengan kehadiran distro atau ditribution store. Jika beberapa tahun yang lalu kita hanya bisa menjumpai distro di kota-kota besar saja seperti Bandung dan Jakarta, namun kini distro sudah banyak kita temukan di berbagai kota.

Memulai Bisnis Distro

Bisnis distro memang salah satu bisnis yang memberikan peluang kesuksesan di dunia fashion. Namun, tentunya bisnis distro tersebut bisa berjalan dengan baik dan sukses dengan pengelolaan yang baik dan terlebih dahulu perlu adanya beberapa pertimbangan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa pertimbangan berikut ini sebelum memulai bisnis kaos distro original.

Memilih Tema Toko

Ketika kita ingin mendirikan sebuah usaha, maka hal pertama yang harus kita pertimbangkan adalah brand. Brand tersebut tidak hanya soal nama usaha atau toko yang akan kita buat. Tetapi konsep dan tema toko juga perlu dipertimbangkan. Begitu pula dengan distro, Anda harus menentukan apa tema distro tersebut. Apakah Anda akan membawa konsep underground dengan nuansa serba hitam. Atau nuansa retro dengan ornamen-ornamen kayu.

Menentukan Jenis Usaha

Memiliki usaha distro berarti Anda akan menjual produk-produk seperti kaos distro original yang berhubungan dengan fashion. Bisa berupa kaos, kemeja, celana, ataupun sepatu. Sebelum Anda memutuskan untuk mendirikan usaha tersebut, sebaiknya Anda menentukan berasal dari manakah produk yang akan Anda jual tersebut. apakah produksi sendiri atau mencari suplier.

Menentukan Harga

Setelah Anda memutuskan apakah akan memproduksi sendiri barang-barang yang akan Anda jual atau mencari suplier seperti https://ditzbrand.co.id Tentunya Anda tinggal menentukan harga barang yang akan Anda jual. Jika sasaran penjualan Anda adalah para mahasiswa, maka tentunya Anda perlu untuk mempertimbangkan menjual produk dengan harga yang mampu dijangkau oleh kalangan mahasiswa. Namun, jika sasaran penjualan Anda adalah para pegawai atau orang kantoran, maka Anda bisa menjual dengan harga yang cukup tinggi.

Related posts:

Comments are closed.